Signal Akibat Makan Buruk

16 June 2018
Comments: 0
16 June 2018, Comments: 0

Duh lebaran baru beberapa hari gue udah jerawatan nih” Teringat pada keluhan teman seputar apa yang terjadi di hari raya saat menu makanan melimpah menjadi satu kemewahan yang umum dinikmati pasca sebulan penuh menahan lapar saat menjalani ritual puasa Ramadan. Untungnya teman saya cukup paham akan keberadaan jerawatnya bukan semata muncul tanpa sebab. Karena dia mulai paham konsep makan sehat. Dia mengetahui bahwa apa yang dimakan merefleksikan tubuhnya dari berbagai macam penjuru. Saat yang dimakan baik akan berimbas positif, dan saat yang dimakan buruk akan berimbas negatif. Jerawat yang muncul mendadak adalah manifestasi hal tersebut. Signal tubuh akibat makanan yang buruk

 

KEMIRIPAN ANTARA USUS DAN KULIT

Banyak yang tidak memahami bahwa usus dan kulit adalah organ yang sangat mirip satu sama lainnya. Itu salah satu penjelas, apa yang kita makan akan mudah mempengaruhi kondisi kulit. Hanya saja kita tidak bisa memastikan tampilan apa yang dimiliki usus secara cepat, karena ia ada di bagian dalam. Dibutuhkan teknologi seperti endoskopi atau kolonoskopi untuk bisa memastikan hal tersebut. Tapi bagi yang memahami dengan melihat tampilan kulit, kita bisa memastikan seperti apa kondisi usus seseorang.

Sejatinya usus dan kulit punya sifat yang sama, mudah mengencang, mengendur, bahkan mengeriput. Kondisi tersebut berdasar pada stimulan yang diberikan, terutama oleh makanan. Semakin buruk apa yang masuk, semakin mudah usus menjadi ada dalam keadaan kendur dan mengeriput, yang segera direfleksikan secara serupa oleh kulit. Kondisi serupa bisa juga terjadi dalam beragam bentuk. Makanan yang sulit dicerna akan membuat usus menjadi kotor karena banyaknya sampah tertumpuk yang sulit dibuang, pembusukanya menghasilkan gas dan toksin yang harus segera dienyahkan oleh tubuh. Mengapa menjadi sampah? Karena makanan sulit cerna umumnya miskin serat, maka volume yang terbentuk biasanya tidak cukup untuk didorong oleh usus untuk masuk ke usus besar menjadi tinja yang siap dibuang. Akibatnya sampah dan gas buangan yang ditimbulkan berusaha dikeluarkan secara paksa, pori-pori kulit adalah salah satu cara termudah untuk melakukan itu. Jalur keluar tidak normal itu, tentu potensial meninggalkan bekas yang tidak diinginkan.

Kulit yang berjerawat bisa jadi manifestasi dari tampilan usus yang sebenarnya tidak berbeda jauh. Tapi di sisi lain bisa juga itu adalah efek langsung dari sampah dan kotoran yang menumpuk dalam usus. Kotoran akan membuat darah menjadi kotor dan berimbas pada kotor sel yang juga kotor. Secara akumulatif ini akan terwujudkan dalam beragam bentuk umum seperti kulit kusam, kotor, kering, berkeriput, banyak bercak dan berjerawat.

 

MAKANAN SEGAR

Bila Anda melihat menu makanan enak yang biasa disajikan dalam sebuah perayaan, tentu makanan sulit cerna adalah bagian integral yang sulit dipisahkan. Itulah sebabnya beberapa saat pasca hari raya seperti lebaran, keluhan seperti yang disampaikan teman saya tentang jerawat adalah hal umum yang dialami. Di samping beragam masalah kesehatan lain yang juga populer tentunya.

Idealnya Anda harus mengimbangi makanan buruk yang disajikan dengan makanan baik yang bisa membuatnya menjadi lebih mudah dicerna. Masukan makanan segar dalam bentuk sayuran mentah ke menu perayaan lebaran. Bisa berbentuk lalap atau racikan salad yang disantap bersamaan. Anda bisa mengatur untuk setiap porsi yang diambil, usahakan 30-40% dari apa yang masuk dalam tubuh adalah makanan segar. Upaya ini akan akan membantu sistem cerna bekerja terutama gerakan peristaltik, memijit menggerakkan makanan, dari usus secara lancar. Tubuh sehat karena terjadinya tumpukan sampah bisa dihindari.

Dengan catatan, keseharian Anda harus memiliki pola makan yang sehat secara konsisten. Bila tidak, teknik kompensatif ini tidak akan banyak membantu. Di sisi lain kandungan positif yang dimiliki sayuran segar, seperti enzim, mineral, vitamin, dan lain sebagainya akan memberikan efek positif bagi tubuh. Semoga berguna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *