Serat Bagi Sistem Cerna

24 December 2013
Comments: 12
24 December 2013, Comments: 12

Paham tentang serat dari makanan dan fungsinya dalam sistem cerna manusia, sering sekali disalah artikan. Dan terus terang agak memprihatinkan. Karena membuat edukasi pola hidup sehat menjadi sesat, terkesan sangat rumit dan sulit diaplikasikan dalam kehidupan keseharian

 

FUNGSI

Apa sih serat itu? Sebenarnya sederhana saja. Dia itu merupakan sisa dari makanan yang dikonsumsi mahluk hidup dan memasuki sistem pencernaan kita. Bentuknya umum memanjang dan berupa serpihan kecil yang umumnya nyaris tak terlihat. Dalam pengertian umum serat itu tidak diserap secara signifikan oleh tubuh, dalam artian fungsi normal layaknya bahan makanan lain. Secara lebih spesifik serat punya dua kategori:

  1. Serat Larut
  2. Serat Tidak Larut

 

Serat Larut, bersifat mengentalkan, maka itu salah satu jenisnya yang terkenal adalah pektin, identik dengan sifat pembuat gel. Gel tersebut akan ‘mengambil’ banyak air, dan mengentalkannya, akhirnya usus akan menjadi lebih penuh. Ini yang menyebabkan kita mudah merasa ‘kenyang’ saat mengkonsumsi makanan kaya serat.

Pun serat larut saat ia masuk dalam darah, membuat gula darah, tertahan lewat konsep pengentalan tadi. Sehingga konsumsi makanan berserat cenderung membuat gula darah kita pasca makan tidak mudah melonjak. Dengan kata lain, organ penting seperti pankreas, tidak harus direpotkan untuk menormalkan perubahan tingkat gula darah.

Hal sama berlaku untuk kolesterol, pengentalan serat membuat low density lipoprotein (LDL) yang sering disebut sebagai kolesterol jahat (istilah yang sebenarnya menyesatkan) dan bersifat lengket tidak bisa menempel pada dinding pembuluh darah. Fenomena mernaik lain adalah: konsumsi (secara benar) makanan kaya serat seperti buah dan sayuran segar akan menguatkan serta menghindarkan penggetasan (keras dan tidak fleksibel) dinding pembuluh darah, sehingga tubuh kehilangan alasan untuk melapisinya dengan ‘kolesterol jahat’.

 

Sementara Serat Tidak Larut, punya konsep general yang kurang lebih sama. Walau berbeda secara spesifik. Contoh yang paling dikenal adalah selulosa. Dalam sistem cerna, fungsinya lebih identic dengan ‘membuat’ usus menjadi lebih ‘penuh’, dan kemudian terfermentasi dalam usus besar.  Proses fermentasi ini memiliki efek sangat positif dalam memelihara harmoni ekologi dalam usus.

Di dalam usus, terdapat miliaran bakteri yang memiliki fungsi masing-masing. Secara sederhana biasa disebut jahat (patogen) maupun yang baik (probiotik). Walau istilah jahat dan baik agak kurang tepat.  Juga terdapat bakteri yang bersifat netral, yang akan mengikuti perkembangan suasana sistem cerna. Ia akan menguatkan bakteri probiotik atau patogen, tergantung mana yang lebih dominan.

Saat probiotik dominan, biasanya kesehatan usus serta tubuh secara general akan lebih baik. Demikian pula hal sebaliknya. Disini serat yang tidak larut air difermentasi di usus besar akan menghasilkan asam lemak rantai pendek (propionat, butirat), asam, energi. Hasil fermentasi ini akan membuat jumlah probiotik meningkat, harmoni usus terjaga dan kesehatan secara general menjadi baik.

 

Inilah fungsi sederhana dari serat, kenapa ia walau tidak bisa diserap oleh tubuh, namun kegunaannya sangat besar bagi kesehatan.

 

 

ANALOGI FUNGSI SERAT

Tapi ada gak sih penjelasan sederhana tentang fungsi serat?  Memang penjelasan diatas bisa membuat seseorang yang tidak paham fisiologi mendasar akan kebingungan. Baiklah ini saja logika sederhananya. Terkait serat larut semisal, logika pengentalan gula darah dan kolesterol mirip sekali dengan konsep spons saat ia menyerap air

sponge in coloured water

 

Bayangkan ada komponen serupa spons tersebut mengalir dalam darah, ia akan menyedot gula darah serta kolesterol ‘jahat’ dan kemudian membawanya sepanjang pembuluh darah menuju tempat dimana ia bisa diproses. Akibatnya gula darah serta kolesterol akan terkonsentrasi secara baik dalam tubuh, tidak berceceran di tempat-tempat tidak diperlukan.

 

Kalau fungsi serat tidak larut? Mungkin agak sedikit lebih rumit. Tapi bisa juga disederhanakan. Bayangkan sebuah  tube pasta gigi, saat kita konsumsi makanan berserat secara benar, ia akan memenuhi usus seperti layaknya tube pasta gigi yang penuh

Apa yang terjadi saat tube pasta gigi penuh? Anda akan mudah sekali memijit sehingga isinya keluar, cukup dengan tekanan lembut serta pelan, isinya akan segera bergerak keluar.

Full Tooth Paste

 

Hal sama berlaku dalam kerja organ sistem cerna. Usus terutama, dikenal memiliki gerakan memijit yang mirip, biasa disebut dengan gerakan peristaltic, semakin ‘penuh’ isi usus, semakin mudah usus memijit makanan agar bergerak sesuai destinasi yang dituju. Pergerakan makanan secara lancar penting, karena setiap bagian usus memiliki fungsi masing-masing yang sangat signifikan dengan kelangsungan hidup serta kualitas kesehatan.

Usus sehat biasanya memiliki karakter yang halus serta bersifat transparan, ototnya tidak membesar, karena sepanjang dinding usus, ada banyak komponen yang memiliki fungsi masing-masing. Sehingga ia harus terus menerus dalam keadaan ‘halus’ seperti terlihat dalam gambar. Itu sebabnya gerakan peristaltik, harus dipelihara agar bekerja secara lembut dan tidak ‘ngotot’.

colon-healthy

 

Yang rumit adalah, tidak mudah membuat usus penuh, karena rasa kenyang tidak identik makanan yang mampu ‘menggembungkan’ usus layaknya tube pasta gigi dalam keadaan penuh tadi. Makanan berupa daging-daginan, karbohidrat minim serat (nasi putih, bubur), tepung, makanan prosesan, susu cenderung menggumpal dan secara diameter jauh lebih kecil daripada ukuran diameter usus, serta sulit untuk didorong. Akibatnya gerakan peristaltik harus memijat usus secara ekstrim, agak ngotot. Bagaimana logikanya? Lihat saja gambar berikut

Bisa bayangkan betapa sulitnya memijat keluar isi pasta gigi dalam tube yang kosong seperti demikian bukan? Ini yang terjadi saat usus kita dilalui oleh makanan minim serat.

toothpaste_empty1

 

Berita buruk lain adalah, waktu ini terjadi terus menerus, tidak saja makanan akan sulit didorong dan diserap secara baik oleh sistem cerna. Tapi otot pada dinding usus  akan menebal, biasa disebut dengan istilah diverticulosis, saat ini terjadi komponen pada dinding usus akan terganggu oleh penebalan tadi. Fungsinya akan berkurang, bahkan hilang di berbagai bagian. Tonjolan otot juga membuat kemungkinan makanan tersangkut sangat besar, dan gesekan yang muncul mudah membuat luka pada usus.

colon-diverticulosis

 

Kenapa ini bisa terjadi? Sederhana saja sebenarnya. Apabila Anda akrab dengan konsep olahraga, tentu tahu, otot yang distimulasi oleh beban berat cenderung akan membesar secara volume. Bila ini terjadi pada areal muskuloskeletas (otot terkait dengan fungsi struktur tubuh) mungkin efeknya tidak terlalu terasa merugikan. Tapi bila ini terjadi pada fungsi otot organ seperti usus, saat ia bekerja ngotot dan jadi lebih berotot, beritanya jadi lain lagi, jauh dari positif.

Bicep

 

 

MISKONSEPSI FUNGSI SERAT

Sayangnya fungsi serat seperti ini sering sekali disalah artikan oleh banyak pihak. Awam atau ahli kesehatan sekalipun! Ini dikarenakan pemahaman ilmu gizi yang terintegrasi dengan pengetahuan fisiologis di cabang kesehatan konvensional memang buruk dan salah arah.

Diare semisal, karena serat identik dengan konsep pencernaan sehat, dimana salah satu katalisatornya adalah mudah melakukan BAB, sering penderita diare justru malah dilarang mengkonsumsi makanan berserat, “nanti diarenya gak berhenti-berhenti” ini salah satu kalimat ‘ngawur’ yang paling sering diucapkan. Percaya deh, bahkan seorang ahli kesehatan senior pun pernah saya dapati bicara demikian.

Padahal kalau kita paham, definisi fungsi paling dasar dari diare sekalipun, kita akan tahu bahwa, diare tidak seharusnya dihambat. Ia justru harus difasilitasi. Yang perlu kita lakukan adalah menjaga agar tubuh tidak dehidrasi, salah satunya dengan mengkonsumsi air putih berkualitas dalam jumlah cukup. Serunya lagi, makanan kaya serat itu biasanya kaya akan air, sehingga efek samping diare, kekurangan cairan, bisa diatasi. Singkat kata, saat diare, konsumsi makanan berserat dengan cara benar malah mengatasi masalah tersebut secara multi dimensi.

Hal sama juga umum terjadi pada banyak penyakit umum yang identik dengan sistem pencernaan, typhoid atau tipus, luka pada lambung, pada usus, problem usus buntu sampai ke kanker sistem cerna.  Miskonsepsi ini membuat masalah kesehatan yang sebenarnya sederhana itu menjadi seperti sulit disembuhkan bahkan cara pencegahannya tidak diketahui secara pasti?

 

Nanti kapan-kapan kita bahas deh.

 

Konsumsi makanan minim serat serta tinggi protein yang umum jadi menu penderita penyakit diatas. Justru malah menyulitkan penyembuhan. Bubur semisal, karena sifat bubur yang lunak, jarang orang mengunyah dan mencampurnya dengan air liur secara baik, walhasil walau lunak, karena enzyme amylase dalam air liur tidak mampu mencapai dan memprosesnya, saat masuk lambung, bubur menjadi makanan yang sulit dicerna, karena tidak dipilah menjadi lebih sederhana. Beban bagi sistem cerna lanjutan, terutama  dari usus halus hingga besar.

aneka-bubur-sumsum

 

Hal serupa terjadi bila makanan tinggi protein dijadikan menu bagi mereka yang sakit. Kembali  pada logika tube pasta gigi tadi diatas. Pikir deh, usus yang sedang bermasalah (umumnya reaksi turunan dalam bentuk peradangan) harus bekerja keras memijit makanan agar sekedar bisa lewat? Bayangkan sudah sakit, diberi makanan yang menyiksa sistem cerna?

Mirip dengan fenomena sudah jatuh tertimpa tangga bukan?

 

 

Sumber Serat

Makanan kaya serat sebenarnya bukan merupakan makanan yang  rumit didapat. Tuhan sudah menyediakannya secara jelas dan gampang. Apalagi kita tinggal di daerah tropis, makanan kaya serat terbilang melimpah

Buah dan sayuran, segar!

 Buah-Sayuran

Kenapa diketengahkan segar? Karena selain kaya akan serat, buah dan sayuran harus diusahakan tetap kaya oleh enzim, mineral, vitamin, fitokimia dan unsur hara penting lain. Umumnya semua itu rusak saat terjadi pemanasan. Jadi segar adalah opsi yang sangat harus dioptimalkan.

Takut kuman? Hari gini! Itu ketakutan yang dibesar-besarkan. Bakteri, virus, parasit itu jauh lebih mudah dihilangkan ketimbang efek buruk makanan yang diproses atau makanan minim serat bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Solusinya sudah banyak, bisa direndam dalam wadah air diberi tetesan cuka apel, dicuci dalam air mengalir selama 3-5 menit sambil dibersihkan dengan sabun khusus buah-sayur (bisa didapat di toko organic atau beberapa apotik).

Kalau saya agak canggih, bermodalkan mesin pemroses air buatan Enagic corp. saya punya air ber PH asam dan basa yang sangat kuat, sehingga mampu mematikan ragam jasad renik merugikan dalam waktu singkat, serta mengangkat petisida atau efek anorganik lain bila saya membeli buah-sayur non organik.

Bagaimana dengan makanan serat pabrikan? Ini saya gak pernah sarankan. Pertama, makanan pabrikan sudah melalui proses pemanasan, homogenisasi yang membuat enzyme, mineral, vitamin rusak, sehingga harus difortifikasi agar tergantikan, juga efek oksidasi berpotensi meningkatkan radikal bebas. Sementara serat buatan, itu juga tidak bisa menjamin bahwa efek yang sama terjadi pada sistem cerna. Kedua, saya bahkan pernah mendengar dari rekan saya ahli kesehatan, bahwa ada kasus gangguan pencernaan yang harus dioperasi, saat terjadi, ditemukan substansi lengket yang menggumpal di sepanjang areal usus, setelah diteliti, ternyata pasien itu memiliki kebiasaan mengkonsumsi serat artifisial yang gencar berpromosi di televis, untuk membantu proses buang air  besar.

 

Buatan Tuhan mau dilawan!

12 responses on “Serat Bagi Sistem Cerna

  1. Diar says:

    Me likey this article….. Very well described!!
    *fcrookie

  2. unda qiya says:

    baru belajar memulai menyayangi usus with #foodcombining #hidupsehat

    artikelnya ngebantu banget n mudah dicerna dengan logika.. keep posting ya terima kasih erikar lebang

  3. Completelely usefull … keep writing and inspiring to be good health with good foods and yoga also.
    Thanks so much Erikar, you are great !!!

  4. ana says:

    sangat mencerahkan… menguatkan tekad untuk hidup lebih sehat dengan food combining. Thanx you so much….Bang Erikar 🙂

  5. eva candrasari says:

    website keren.. lovely shocking pink 🙂
    buku yg WOOWWW…aku punya smua lohh
    sungguh membuka wacana dan inspirasi..

    thanks bang erik..

  6. Jenny says:

    Pak Erikar,

    Saya belum mengikuti FCsecara saklek. Saya mengikuti kaisH Diet Mayoclinic (yang asli dr Mayoclinic) nukan yang abal2. Yang kurang lebih menyeankan saya untuk makan minimum 5 porsi sayur dan buah setiap hari.
    Sejak dahulu saya memang kurang lancar untuk urusan ‘ke belakang’. Nah sejak ada perubahan pola makan, urusan ke belakang ini tidk juga berubah. Bisa 3-4 hari sekali. Apa yang salah ya? Padahal saya memakan asupan serat yang cukup banyak. Ph ita, saya juga cukup sering makan oatmeal campur yoghurt dan buah2an di pagi hari.
    Buah yang saya pilih biasanya blueberry, apple, pisang, semangka, melon, pepaya, dan anggur.

    • Erykar says:

      Ya selama judulnya diet terkait pengurangan berat badan, mau embel-embelnya siapa yang ngasih kek, hasilnya pasti beda dengan pola makan yang tujuannya sehat. Banyak hal yang tidak mencakup ketentuan makan sehat jangka pendek atau berorientasi jangka panjang. Makan buah dicampur oatmeal dan yoghurt itu adalah contoh makan yang dianggap sehat tapi secara dalam sistem cerna tidak sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This template supports the sidebar's widgets. Add one or use Full Width layout.