Sehat Itu Bukan “Belum Sakit”

16 July 2018
Comments: 0
16 July 2018, Comments: 0

Seorang teman mempertanyakan beberapa tindakan penunjang hidup sehat yang sedang tren dilakukan. Mulai dari hal umum seperti mengkonsumsi buah di pagi hari, banyak makan sayuran segar, hingga ke hal spesifik seperti enema kopi, hanya untuk berujung bersikukuh dengan sebuah argumentasi, “Gue gak pernah ngerjain itu semua, cuma cukup makan-minum, cukup istirahat dan cukupolahraga. Sampai hari ini sehat-sehat saja

Dia sih boleh saja bersikeras dengan klaim dirinya sehat. Tapi tampilannya jauh dari sehat. Kulit kusam berminyak, rambut kering tampak tak terawat, tampilan lebih tua dari usia sesungguhnya, dan segala sesuatu yang tidak mengesankan bahwa dia adalah orang yang sehat bugar. Paling tidak bila dinilai kesehatannya dalam skala 1-10, dia hanya sedikit di atas medioker. Paling top hanya bisa diberi nilai 6.5. Saat bicara kesehatannya? Kita membicarakan hal yang lebih buruk lagi. Ia, semisal, terkejut waktu tahu bahwa batuk dan pilek bagi saya adalah penyakit yang digolongkan serius. Karena buat dia dua hal itu adalah kondisi yang seharusnya dianggap normal. Ia sangat mengandalkan obat influensa yang diperjual belikan bebas. Baginya sehat itu adalah kondisi di mana ia tidak sedang dalam keadaan sakit. Untuk itu keberadaan obat atau dokter yang siap mengobati penyakit adalah faktor krusial untuk menjaga kesehatan.

“Bagaimana kalau nanti penyakitnya menjadi sangat berat dan sulit disembuhkan?” Tanya saya. “Ya kalau sudah tua kan memang sudah waktunya untuk mati”. Pertanyaan saya selanjutnya, Bagaimana kalau sakit berat itu terjadi di usia yang relatif muda? Dia terdiam

 

OBAT TIDAK MEMBUAT SEHAT

Salah satu definisi sehat yang populer adalah showing physical, mental, or emotional well-being, memperlihatkan kondisi fisik, mental dan emosional secara prima. Kita memiliki akses untuk menikmati hidup dalam kondisi maksimal tanpa harus terhalang oleh rasa sakit atau ketidak mampuan akibat menurunnya fungsi tubuh. Tentu saja Anda bisa mengkonsumsi obat saat tubuh mengalami gangguan, obat yang sesuai tentunya. Tapi sejatinya hal itu hanya dilakukan saat darurat, bukan setiap saat.

Salah kaprah besar bila paham seperti teman saya yang menganggap bahwa gangguan ringan seperti batuk, pilek, sedikit diare, mudah lelah atau sejenisnya tidak dianggap sebagai penyakit. Hanya karena ada obat yang dikenal dan bisa diandalkan untuk mengatasi masalah tersebut. Sejatinya kita harus mendemarkasi, memisahkan dua kata tersebut, sehat dan obat. Karena keduanya seharusnya tidak berkaitan. Saat Anda sehat, tubuh tidak memerlukan obat. Dengan kata lain, Obat tidak membuat sehat. Konsumsi obat seharusnya harus berhati-hati, cermat dan tidak dijadikan pilihan yang mudah. Untuk itu, jelas, Anda tidak boleh mudah jatuh sakit. Peliharalah daya tahan tubuh dengan baik. Karena sejatinya daya tahan tubuh manusia itu sangat kuat dan bisa diandalkan dalam menghadapi masalah dari luar.

Menggunakan obat untuk memelihara kesehatan akan memberikan masalah berkepanjangan di kemudian hari. Obat suka tidak suka adalah substansi asing yang masuk dalam tubuh. Secara naluriah akan disikapi secara radikal oleh beberapa organ vital yang bertugas melindungi tubuh dari invasi luar. Di awal bila Anda minum obat, perlawanan organ tubuh ini tidak akan terlalu banyak terasa. Namun bila terus menerus minum obat digampangkan sebagai jalan keluar, dan frekuensinya meningkat. Maka organ terkait bisa jadi mengalami masalah. Setelah itu sistem tubuh yang terkait organ tadi juga mengalami gangguan serius. Itu sebabnya kita sering menemukan kasus dimana pengidap penyakit degeneratif serius seperti penderita gagal ginjal semisal, setelah ditelusuri gaya hidupnya, umum ditemui adalah orang yang rutin mengkonsumsi obat berkepanjangan.

Lebih bodoh lagi kalau merasa sehat itu dengan bisa mengandalkan pengobatan yang bersifat invasif seperti operasi semisal. Anda harus ingat bahwa ini merupakan tindakan darurat yang seharusnya menjadi pilihan terakhir untuk ditempuh.

 

JANGAN MERASA SEHAT CUMA KARENA TIDAK SAKIT

Kesehatan yang dipelihara dengan menjaga pola hidup akan memberikan kualitas hidup dalam level maksimal. Banyak hal yang bisa Anda lakukan secara leluasa. Fisik yang kuat, daya tahan tubuh yang tangguh, dalam keseharian mampu menciptakan Anda sebagai sosok menyenangan karena bisa diandalkan. Semisal di bidang pekerjaan, orang yang sehat jelas menjadi pilihan terdepan dibanding mereka yang sakit-sakitan. Secara mental pun ketenangan serta rasa damai cenderung lebih mudah dicapai oleh orang yang jasmaninya sehat. Bagaimana pikiran bisa tenang, bila sedikit-sedikit tubuhnya diganggu oleh masalah kesehatan?

Sehat jelas butuh upaya. Dan apa yang dilakukan harus sesuai dengan ketentuan. Bagaimana pola makan-minum yang kita pilih? Bagaimana mengatur frekuensi beristirahat? Bagaimana memilih aktivitas fisik yang benar menyehatkan? Semua harus disesuaikan dengan karakter tubuh seorang manusia. Ini semua harus dilakuan bila menjadi sehat adalah pilihan yang menjadi acuan. Anda tidak bisa seperti teman saya tadi, mengklaim dirinya sehat tapi melakukan segala sesuatu sesuai maunya sendiri. Saat kesehatannya terganggu dengan mudah menggunakan obat sebagai jalan keluar. Saking mudahnya beberapa penyakit dianggap tidak ada lagi karena ada obat yang digunakan sebagai penangkal. Dan ia merasa dirinya sehat. Padahal telah kita bahas, mengkonsumsi obat berkepanjangan akan memberikan efek samping yang sebenarnya secara jangka panjang bisa berakibat mengerikan.

Di luar itu, mudah terkena penyakit memperlihatkan bahwa ada masalah dengan sistem daya tahan tubuh. Bila ini dibiarkan, lambat laun masalah besar akan mudah sekali menyerang tubuh secara lebih serius. Di mana obat-obatan yang biasa diminum tidak akan bisa memberi pertolongan. Dan peningkatan dosis serta efek obat lebih kuat akan memberi efek rusak jangka panjang yang bisa jadi juga lebih parah. Perjalanan waktu akan menjadi musuh besar bagi orang-orang seperti ini, karena merembetnya usia akan mencopoti sisi kesehatan satu persatu secara radikal. Menua secara menderita dan menyakitkan

Hidup sehat secara tepat, walau terkesan merepotkan, seperti sangkaan teman saya. Sebenarnya memberikan banyak sekali kemudahan di belakangnya. Anda bisa hidup bebas dari ketergantungan terhadap obat. Bepergian tanpa takut atau panik karena lupa membawa obat yang biasa menjadi andalan. Tubuh kuat dan selalu bugar, organ yang terpelihara baik, menjadi sosok menyenangkan, dan segudang kenikmatan lain yang bisa didapat. Usia yang menua juga bisa dinikmati dengan baik, karena seiring dengan kesehatan memadai, lebih mudah menjadi bijak, bersikap matang, yang berlangsung semakin berkualitas sesuai merembetnya waktu. Pastikan bahwa semua kualitas hidup itu didapat dengan menjadi sehat, bukan cuma sekedar tidak, atau belum, sakit

 

Semoga berguna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *