Sarapan Tepat

9 July 2018
Comments: 2
9 July 2018, Comments: 2

Dalam sebuah kesempatan saat sedang menonton televisi ada sebuah iklan makanan cepat santap yang mengusik perhatian saya. Iklan ini mengambil kesempatan pemasaran dengan menyerang kondisi alamiah yang umum dihadapi seseorang dalam keseharian. Yaitu fenomena Anda tidak makan apapun sekian jam selama waktu tidur dan bangun dalam keadaan perut kosong. Iklan ini menyalahkan siklus alamiah tersebut sebagai penyebab banyak orang mengalami kelesuan sepanjang hari. Karena Anda dipaksa beraktivitas di saat kelaparan akibat tidak makan sekian jam. Untuk mencegahnya, iklan ini menawarkan produk semacam sereal instan yang praktis. Buka bungkusnya, tuang ke dalam wadah dan siram dengan segelas susu segar. There you go, sarapan sehat yang akan menyelamatkan hari. Dan bahkan mungkin kesehatan Anda

Mengkonsumsi makanan seperti sereal yang bersifat instan yang disiram susu dingin atau hangat, sepintas terlihat menyehatkan dan cocok untuk kebutuhan pagi hari. Dari sisi kandungan gizi yang ditawarkan dalam bungkus kemasan atau kepraktisan karena pas dengan waktu pagi hari yang umumnya sempit dan terburu-buru. Edukasi iklan demikian rentan sekali ditelan mentah-mentah oleh target pemasaran yang mereka sasar. Terutama mereka yang memenuhi kriteria, waktu terbatas pagi hari, entah karena jarak rumah dan tempat beraktivitas jauh atau sekedar selalu terlambat bangun untuk memulai hari secara normal.

Tapi benarkah demikian? Apakah kelaparan pagi hari akibat puasa di waktu tidur membuat kita menjadi tidak produktif dan berpotensi merusak kesehatan? Apakah siklus yang sudah dikenal manusia selama ribuan, atau bahkan,jutaangenerasi ini benarmemiliki efek buruk bagi kesehatan?

 

Menyalahi Siklus dan Ketentuan

Jawabannya adalah tidak! Rasa lapar dalam jangka waktu tertentu tidak akan memiliki kemampuan membunuh seseorang. Bahkan sebaliknya, ada fakta menarik. Lapar itu memang harus terjadi, dalam beberapa kondisi. Penyesuaian tubuh terhadap siklus yang sedang terjadi dan fungsi tubuh yang direvitalisasi dengan baik adalah contoh dari kondisi alamiah yang terjadi dan membutuhkan kondisi lapar.

Saat Anda lapar, tubuh terpicu untuk melakukan sistem detoksifikasi alamiah, dengan memproses sampah-sampah dalam sel dan memprosesnya menjadi rantai protein baru, atau secara sederhana bisa disebut sebagai sumber energi baru tubuh. Proses ini disebut dengan istilah Autofagi. Itu salah satu alasan mengapa rasa lapar bisa terjadi secara alamiah. Terlalu cepat bereaksi terhadap munculnya rasa lapar dengan segera mengkonsumsi makanan apapun bisa berakibat terhambatnya aktivasi proses autofagi ini. Selain kerugian dari batalnya muncul energi baru dari tubuh, sampah sel yang seharusnya diproses menjadi terbengkalai dan potensial tertumpuk oleh makanan baru yang masuk. Apalagi kalau makanan itu berupa substansisulit cerna, ragam protein hewani, makanan prosesan, dan lain sebagainya. Ini salah satu penjelas mengapa makan sembarangan tanpa kendali memicu kerusakan akumulatif kesehatan. Bisa berupa penyakit penurunan fungsi tubuh atau kanker.

Secara alamiah, tubuh manusia bekerja berdasarkan siklus. Salah satu teori yang terkenal dikenal dengan nama siklus Ritme Sirkadian. Dimana dalam beberapa saat, tubuh secara mengkhususkan diri melakukan beberapa hal tertentu. Walau secara general hal-hal tersebut tetap dilakukan selama 24 jam. Pengkhususan itu terlihat sekali terutama di sistem cerna. Berlaku hukum pergantian siklus yang berlangsung setiap 8 jam. Pada siang hari 12.00 20.00, tubuh menyiapkan sistem cerna untuk mencerna makanan masuk, dan ini adalah waktu terbaik bagi kita untuk mengkonsumsi sesuai kebutuhan tubuh. Setelah itu pukul 20.00-04.00 adalah waktu dimana sistem cerna kita bekerja dalam format berbeda, menyerap dan mensistesisnya menjadi apa yang diperlukan serta mendistribusikannya ke seluruh tubuh. Proses ini terkait erat dengan fase lanjutan 04.00-12.00 di mana proses serap dan sintesis itu menghasilkan material sisa seperti residu yang harus dibuang oleh tubuh. Dua fase dalam siklus disebut terakhir, membutuhkan energi besar untuk bisa terjadi. Mengkonsumsi makanan berat di masa itu akan merusak alokasi energi yang dibutuhkan. Itulah sebabnya kita seharusnya tidak melakukan hal tersebut di jam seharusnya kita tidur dan beberapa saat di pagi hari hingga menjelang makan siang.

Kita memang didisain untuk melaparkan diri pasca masa makan hingga jelang makan siang keesokan harinya, antara pukul 20.00 12.00, sekitar 15-16 jam. Terdengar panjang dan menyiksa bukan? Sejatinya tidak, bila Anda disiplin menjalani hari, menghentikan aktivitas fisik serius jelang waktu tidur dan tidur sesuai aturan. Tidak makan berat di pagi hingga jelang hari tidak akan menjadi seberat bayangan yang muncul. Dan yang pasti, fungsi tubuh berjalan sempurna dan kesehatan terjaga baik. Sebaliknya melakukan hal berbeda, akan menyalahi ketentuan siklus dan memberikan masalah kesehatan. Jangka pendek maupun panjang!

 

Sarapan Yang Baik

Tetapi tentu saja Anda tidak sepenuhnya bisa memulai hari dengan perut kosong. Anda membutuhkan energi dan pemenuhan kebutuhan tubuh lainnya di pagi hari sekalipun. Yang harus dilakukan adalah mencari sumber pemenuhan kebutuhan yang tepat tersebut. Di sini hukum harmoni keseimbangan kehidupan berlaku, alam tidak akan pernah membiarkan Anda terbengkalai. Termasuk dalam kebutuhan makanan yang tepat di pagi hari.

Konsumsi buah-buahan dan sayuran dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Dan konsumsi semua itu dalam bentuk terbaiknya, segar. Kabar menariknya, Anda bisa mengkonsumsi semua ini dalam jumlah besar tanpa mengalami kesulitan berarti. Perut bisa kenyang terpuaskan namun energi tubuh tidak banyak terkuras untuk mencerna. Di sisi lain, tidak akan ada sampah sel terbentuk sebagai akibat residu kerja sistem cerna. Ini adalah koordinasi kerja yang sempurna antara produk alam dan sistem manusia yang terangkai dalam sebuah harmoni kehidupan. Kandungan serat dan enzim dalam buah serta sayuran segar membuatnya menjadi materi yang mudah cerna serta sempuran bagi pemenuhan kebutuhan. Komponen makanan segar ini juga membawa sesuatu yang tidak kalah berharganya, energi kehidupan dari alam yang siap Anda serap dan manfaatkan untuk keperluan tubuh. Itu sebabnya walau perut terasa kenyang, rasa puas dan bahagia tetap menyertai.

Dari sisi realita, dalam beberapa kasus, menyantap buah di pagi hari lebih mudah dan praktis dilakukan ketimbang sayuran segar. Lebih sering kita menemukan sarapan pagi dilakukan dalam varian buah potong atau jus segar buatan sendiri, ketimbang racikan sayur dalam bentuk salad. Kenapa? Karena ditinjau dari sisi rasa, buah secara umum memiliki kandungan fruktosa, gula buah, yang membuat rasanya manis dan lebih mudah diterima. Buah juga memiliki keragaman rasa yang cukup kaya, antara manis, masam, atau kombinasi keduanya. Di lain sisi kandungan serat, air yang melimpah pada buah memberinya kemampuan mengenyangkan lebih cepat. Di samping mengesampingkan efek membahayakan dari naiknya gula darah akibat mengkonsumsi sesuatu yang manis. Itu sebabnya sarapan buah di pagi hari lebih populer di kalangan pelaku santap sehat alami ketimbang mengkonsumsi sayuran segar.

Apapun pilhannya, pemahaman ini bisa meluruskan informasi sesungguhnya tentang siklus alami tubuh serta kesehatan. Sehingga kita tidak mudah dibodohi oleh informasi iklan yang menjual produk dengan memanfaatkan ketidak tahuan kita. Bentuk ketidak tahuan yang potensial merusak kesehatan.

2 responses on “Sarapan Tepat

  1. Nunik Dwi says:

    bagaimana pendapat mas erikar tentang intermittent fasting ? amankah untuk jangka panjang ?

    • Erykar says:

      Diet itu kan sudah banyak makan korban. Artis yang mempopulerkanny saja sempat black out waktu sedang berolahraga. Walau dia berkilah itu akibat HNP. Hahaha, mana ada HNP bikin orang black out?

      Makanya dia jarang mempromosikannya lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *