#RawFood Versus Kanker

1 May 2013
Comments: 12
1 May 2013, Comments: 12

Ada apa dengan #rawfood efektif vs #kanker? Sebenarnya berangkat dari penelitian dr. Otto Heinrich Warburg yang dihadiahi nobel tahun 1931

Ia menemukan sel #kanker memiliki vitalitas pemanfaatan oksigen yang tidak sebaik sel sehat, terkait dengan kerja enzim pernafasan #rawfood

Image

Dari temuan itu membuatnya menarik kesimpulan “Sel #kanker bersifat asam, ia tidak mampu hidup dalam PH darah bersifat basa” #rawfood

Apa hubungannya dengan #rawfood kalau begitu? Buah-sayuran segar yang menjadi tulang punggung materi pola makan itu bersifat pembentuk basa

Kenapa #rawfood? Itu karena proses pemanasan akan merusak enzym serta mineral pada buah-sayuran itu. Sifat basa berubah ke pembentuk asam

Mengkonsumsi makanan pembentuk basa, akan menjadikan PH darah-tubuh cenderung basa, sel kanker tidak memiliki kesempatan untuk hidup #rawfood

Benarkah makanan pembentuk basa itu hanya mitos, karena nanti di lambung, PH asam dari asam lambung akan merubahnya? #rawfood

Harus diingat disini, fungsi asam lambung salah satunya adalah pembunuh bakteri, tidak ada yang bersifat perubah PH makanan masuk #rawfood

Karakteristik kesehatan mereka yang mengkonsumsi makanan #rawfood secara benar dibanding dengan pemakan protein misal, jadi bukti pendapat itu salah

Image

Temuan Hiromi Shinya terhadap karakter sistem cerna 370.000 pasiennya menunjukkan hal yang sama. Makanan prosesan identik dengan usus buruk #rawfood

Usus buruk menurut beliau identik dengan tersebarnya beragam penyakit di seluruh penjuru tubuh. Sederhana tapi gagal dipahami #rawfood

Mereka yang mengkonsumsi menu berat ke protein, identik dengan PH tubuh asam, dan karakter kesehatan buruk, magnet bagi penyakit #rawfood

Pasien kanker beliau, pasca mengubah pola makannya menjadi lebih berat ke materi #rawfood menunjukkan tingkat kesembuhan yang mengagumkan

Nyaris nisbi tindakan kuratif bersifat invasif. Lebih mengagumkan lagi, pasien yang telah sembuh dari kanker, tingkat kambuh = 0% #rawfood

Jadi kekuatan utama #rawfood dalam menghadapi #kanker bukan terletak pada antioksidannya. Itu ada dalam skala yang lebih kecil

Konsep paham antioksidan masih sumir, karena yang dituju adalah penekanan radikal bebas. Padahal #kanker tidak semata karena itu #rawfood

Salah kaprah antioksidan menghasilkan paham orang mengkonsumsi makanan yang dianggap kaya unsur itu secara serampangan #rawfood

Bila #rawfood terkait dengan komitmen dan pola hidup berulang konsisten. Konsep antioksidan mudah berubah menjadi paham kuratif, parsial

Muncul produk hasil ekstrak atau berembel-embel berasal dari buah atau sayur kaya antioksidan, yang sulit dipertanggungjawabkan #rawfood

Lahirlah pohon sirsak yang gundul, karena buah dan daunnya diserap pasar habis-habisan. Produk apapun berbasis sirsak laku keras #rawfood

Image

Manggis jadi buah favorit! Buah dan kulitnya dimakan! Kulit manggis pahit? Muncullah jus kulit buah manggis, manis luar biasa! #rawfood

Semua dimakan sembarangan, berembel anti oksidan yang mampu melawan kanker! Apakah kankernya bisa dikalahkan? Kecil kemungkinan #rawfood

Sirsak yang sudah dimasak menjadi selai semisal, jelas sudah kehilangan manfaat. Untuk menarik perhatian saja diberi pewarna-perasa #rawfood

Kulit manggis jadi jus pabrikan? Mertua saya pernah mengkonsumsinya. Apa yang terjadi? Tidak lama kemudian gula darahnya melonjak! #rawfood

Image

Kekuatan #rawfood melawan #kanker harus dilihat secara utuh. Efeknya berlangsung general, tidak parsial dan salah kaprah seperti paham antioksidan

12 responses on “#RawFood Versus Kanker

  1. Denasari Yandi says:

    Saya tertarik ingin membeli buku” tulisan Mas erikar , boleh minta alamat tempat mas mengajar ? Mksh

    • erykaradmin says:

      Jl. Sawo, Villa Sawo kav.xi Cipete Utara, Jakarta Selatan 12150. Setiap senin dan rabu 20.00-21.15 kelas untuk umum

  2. Putra says:

    Gimana caranya mengubah pola fikir orang tua saaya yang kurang menerima pola makan food combining ini mas?
    Saya mahasiswa, sudah mulai #foodcombining seminggu ini. Tp belum bener bgt. Karna orang tua saya menganggap pola makan yang saya lakukan itu tdk seperti biasa. Minum jeniper, saya dimarahin loh mas karna saya punya penyakit asam lambung yang lumayan akut.
    saya tetap sarapan buah. Cuman makan siang dan malamnya suka ga ngikutin pola karna lebih sering makan diluar.
    Saya sering buang air besar mas semenjak mulai fc ini, terus perut saya seperti kembung.
    Ini gimana menyikapinya ya mas atau Ada yang salah dengaan tubuh saya.?
    Mohon balasannya ya mas. Terima kasih.

    • erykaradmin says:

      Anda sudah dewasa, apa yang Anda lakukan terkait hidup terutama kesehatan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Saya tidak yakin larangan orang tua bisa menjadi faktor utama penghenti niatan untuk hidup sehat berkualitas.

      Isu utamanya ada pada kekuatan niat itu sendiri

  3. Rosa says:

    Sudah sebulan ini saya rutin konsumsi green smoothies yang terdiri dari 50% sayuran hijau dan 50% buah (biasanya saya pilih 2 di antara buah ini: apel malang, jeruk, lemon, nanas, mangga). Apakah ini juga merusak fungsi sayuran itu sendiri karena fruktosa buah?
    Bagaimana dengan susu dari kacang-kacangan misalkan susu kedelai atau susu almond, apakah baik untuk digunakan sebagai pengganti susu sapi sebagai campuran oatmeal atau bahan pembuatan raw food?
    Terima kasih sebelumnya untuk penjelasannya.

  4. Caesi says:

    Bang…rekomendasi buku abang untuk dibaca oleh penderita kanker…buku yang mana sebaiknya?

    • Erykar says:

      Saya harus objektif dan jauh dari komersil

      Buku apapun yang saya tulis sifatnya hanya mendokumentasi apa yang ada dalam edukasi saya ke khalayak umum. Secara rutin saya mengedukasi via sosial media twitter dan facebook, gak harus beli buku saya

  5. adel says:

    Apakah food combining termasuk rawfood baik untuk diterapkan pada anak bayi mulai dari 6 bulan sampai dia dewasa? sedangkan panduan dokter anak adalah bahwa anak dalam masa pertumbuhan harus memakan makanan lengkap sesuai panduan gizi seimbang yang bentuk piramida itu loh mas. Mohon pencerahannya.

    • Erykar says:

      Tanyak makan sehat itu jangan sama dokter

      Itu sama aja nanya jalan ke orang yang kesasar. Mayoritas mereka gak memahami sama sekali cara merawat kesehatan lewat makanan secara benar. Lebih banyak nebak-nebak atau percaya pada mitos. Gak beda jauh dengan orang awam.

  6. Ririn says:

    mm bang erikar, kok agak kurang ya, menurut saya penjelasannya, dikaitkan dengan kanker, mungkin dari sisi biokimia nya?
    karena klo antioksidan itu memang mencegah, bukan mengobati kanker. Trus kaitaan serat ma kanker bagaimana?

    Btw, saya baru nyoba ber FC, bisa dishare kan tentang detoks? Karen semenjak berFC (awal ramadhan) sejujurnya kenapa buang angin terus ya?

    • Erykar says:

      Kata siapa sekedar mencegah?

      Antioksidan bisa menyeimbangkan molekul yang liar, dalam hal ini identik dengan perkembangan sel kanker. Bisa jadi Anda dan kebanyakan ahli kesehatan tidak percaya hal tersebut, tapi pola makan holistik yang diterapkan pada pasien kanker menunjukkan hasil yang berbeda. Bahkan jauh lebih ampuh menekan perkembangan sel kanker lebih dari metode konvensional. Selama dilakukan benar! Serat dan kanker? Tulisan ini bukan bercerita tentang kaitan serat dan kanker. Pelajari dulu konteks kegunaan serat bagi sistem cerna secara benar.

      Baru bisa bicara kaitannya dengan kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *