PUASA RAMADAN DAN SEHAT SERTA AWET MUDA

17 May 2018
Comments: 0
17 May 2018, Comments: 0

Bulan suci Ramadan telah tiba. Bulan di mana umat muslim, yang memiliki kemampuan, di seluruh dunia serempak menjalani ritual tidak makan serta minum juga bersabar diri menahan hawa nafsu dari mulai dini hari hingga petang. Aktivitas ini jelas memiliki beragam manfaat bagi kehidupan, secara fisikal dan spiritual. Tulisan ini akan membahas dari sisi kesehatan fisik. Pembahasan yang banyak terkait manfaat kesehatan saat berpuasa Ramadan sering dilihat ke sisi konsep mengistirahatkan organ sistem cerna. Selain itu hal umum lain pembahasan dari sisi yang lebih populer yaitu menurunkan kelebihan berat badan.

Secara spesifik tulisan ini akan menyoroti hal yang sangat signifikan, namun sedikit jarang dibahas. Puasa sebagai pemicu peremajaan tubuh secara menyeluruh yang menyehatkan serta membuat awet muda.

 

KEBIASAAN BURUK PUASA RAMADAN

Saat membicarakan puasa kita seringkali lebih banyak membahas sisi spiritual secara mendalam, terkait hawa nafsu yang dikendalikan, berempati terhadap rasa lapar dan ritual ibadah yang dibuat lebih kuat. Sayangnya sisi fisikal sering kali diabaikan dengan dilakukan sekedarnya. Bahkan tidak jarang menabrak rambu hawa nafsu, makan kalap seperti berbulan-bulan tidak akan makan saat berbuka tiba dan secara rakus menghabiskan makanan seakan tidak akan makan selama setahun saat waktunya sahur.

Lebih buruknya lagi, rambu hawa nafsu itu ditabrak dengan mementingkan cita rasa makanan yang masuk. Bukan Apa manfaatnya? Akibatnya puasa hanya membuat tubuh tidak terpapar makanan selama, kurang lebih, 12 jam, setelah itu mendapatkan beban yang jauh lebih berat, bahkan jauh lebih buruk ketimbang bulan lain di luar Ramadan. Kerugian berlipat yang dialami tanpa disadari. Sebulan penuh berpuasa hanya mendapatkan sensasi menahan lapar serta haus. sementara sisi kesehatan tidak mendapat apa-apa. Atau malah menimbun penyakit.

Secara fisikal tidak makan selama 12 jam memang akan bisa mengistirahatkan organ cerna. Konsep berpikir ini, sebenarnya tidak sepenuhnya tepat, walau tidak terlalu salah. Umumnya pola makan harian di era global ini dipenuhi oleh makanan sulit cerna dan minim manfaat. Kerja usus sebagai organ vital sistem cerna semisal, memang akan luar biasa berat dan melemahkan fungsinya. Beristirahat selama sekian jam akan sangat membantu di sini. Tapi konsep membantu itu akan gugur dengan sendirinya saat kita makan sembarangan di waktu sahur dan berbuka. Dan bisa jadi intensitasnya lebih tinggi, karena dipicu rasa takut akan kelaparan, saat sahur dan karena sekian jam sudah mengalami kelaparan, saat berbuka.

Menu makanan juga umum menyumbangkan masalah besar. Konsumsi makanan teroksidasi dalam bentuk gorengan atau makanan lama masak lainnya, memang memberikan cita rasa yang tinggi, rasa gurih yang memanjakan lidah. Tapi resikonya tubuh akan terpapar radikal bebas dalam jumlah tinggi yang memicu kerusakan sel dalam jumlah besar. Menu tinggi protein hewani yang juga jadi favorit serta dianggap menyehatkan malah berbalik merusak kualitas kesehatan selama Ramadan. Tubuh memproses protein hewani dalam kompleksitas tinggi, dipecah menjadi asam amino, diangkut ke dalam sel, dan dibentuk ulang sesuai kebutuhan. Konsumsi protein hewani terlalu sering dan banyak akan membuat proses ini rentan cacat saat dibentuk ulang. Walhasil sel tubuh akan dipenuhi oleh tumpukan sampah. Perbaikan kesehatan macam apa yang bisa diharapkan bila selama bulan Ramadan, sel tubuh kita justru kian dipenuhi oleh sampah?

 

LAPAR YANG MENYEHATKAN

Membuat tubuh menjadi lapar selama sekian jam sebenarnya adalah sinyal sang pencipta untuk manusia secara periodik melakukan perawatan diri secara holistik, dari sisi mental, fisikal, dan spiritual. Dibanding sisi mental dan spiritual yang bersifat subyektif serta filosofis, elaborasi fisikal bisa dibahas secara lebih ilmiah dan faktual serta terukur. Saat kita kelaparan ada banyak reaksi yang terjadi dalam tubuh. Salah satu yang paling signifikan adalah bagian penting dalam sel bernama lisosom akan melakukan pembersihan, semacam proses daur ulang tumpukan sampah dan menjadikannya sumber energi baru.

Proses ini dikenal dengan isitlah autofagi. Konsep ini jauh lebih signfikan dalam kesehatan ketimbang pemahaman awal yang menempatkan puasa ada dalam koridor mengistirahatkan sistem cerna. Yang sebenarnya bisa jadi tidak terlalu salah, bila mengingat kebiasaan sehari-hari kebanyakan orang adalah makan secara berlebihan dengan bahan makanan yang sulit dicerna sehingga organ cerna bekerja keras nyaris tanpa istirahat.

Dari sini kita bisa memahami pemahaman sederhana antara kaitan menahan lapar dengan kesehatan. Bahwa sesungguhnya saat kita sedang dalam keadaan lapar, ada hal positif yang sedang terjadi dalam tubuh. Inilah salah satu esensi penting puasa Ramadan terkait kesehatan fisikal. Lapar yang terkendali membuat tubuh melakukan semacam proses daur ulang yang bisa meningkatkan kualitas sel-sel tubuh. Saat itu dilakukan tentu akan membuat tubuh yang dibentuk oleh triliunan sel tadi menjadi lebih sehat. Sel tidak mudah rusak, siklus regenarsi sel berjalan lancar dan seterusnya. Itu sebabnya jangan terlalu panik saat mendengar perut kita berbunyi karena kelaparan. Ingat hal positif yang terjadi dalam tubuh.. Tidak pernah memberi kesempatan tubuh merasa lapar, bisa jadi adalah momen dimana kita tidak memberikan tubuh kesempatan mendaur ulang tumpukan sampah dalam sel.

 

MAKANAN MINUMAN PENUNJANG PUASA

Setelah mengerti konsep dasar lapar selama Ramadan dan kaitannya dengan kesehatan, kita bisa meningkatkan pemahaman lanjutan tentang kesehatan dengan mengetahui apa yang sebaiknya dimakan selama melangsungkan puasa. Prinsip dasar untuk sehat, seperti yang sudah sering kita bahas, sebenarnya sangat sederhana, Berikan tubuh apa yang dia butuhkan dan sesuai dengan kerja sistem cerna Logika sama tetap berlaku selama puasa.

 

Kita telah memahami karakter mendasar sistem cerna manusia adalah condong pada vegetarian, hidup dari produk berbasis tumbuh-tumbuhan. Memberikan hal mendasar ini akan memenuhi doktrin Memberikan apa yang dibutuhkan serta sesuai tadi. Tapi di luar itu kita harus memperhatikan ketentuan berikut, buah dan sayuran sebagai manifestasi dari tumbuh-tumbuhan tadi harus dikonsumsi dalam keadaan segar.

Buah dan sayuran segar kaya akan keberadaan enzim, yang mampu memberikan kebutuhan tubuh paling mendasar. Semua reaksi metabolisme tubuh memerlukan enzim sebagai pendorong atau katalis. Mustahil Anda beraktivitas tanpa keberadaan enzim. Melimpahi tubuh dengan makanan yang kaya akan enzim membuat efisiensi pemakaiannya dalam tubuh terjaga. Cadangan enzim tubuh hemat dipergunakan karena enzim dari makanan bisa banyak dimanfaatkan, terutama untuk kerja mencerna. Efisiensi bisa membuat kelangsungan kualitas hidup berjalan panjang sesuai ketentuan. Dan tubuh pun berkelimpahan energi, yang tidak terhabiskan untuk memperoses cadangan enzim. Efisiensi yang menyehatkan serta membuat awet muda.

Buah dan sayuran segar yang dikonsumsi juga bisa menyumbangkan antioksidan dalam level maksimal. Proses perusakan berlebihan yang ditimbulkan oleh pergesekan oksigen dengan molekul, yang telah kita bahas sebagai radikal bebas, bisa dicegah bila makanan kita kaya akan antioksidan. Bila kita bisa menjaga dan meminimalisir perusakan molekul, maka tubuh kita akan memiliki triliunan sel yang sehat serta memiliki siklus hidup maksimal. Anda tidak akan mengalami penuaan dini, vitalitas hidup akan berlangsung panjang dan, sekali lagi, Anda dikatakan awet muda.

Kita juga harus menjaga ketersediaan cairan tubuh. Karena selama puasa Ramadan, waktu minum kita sangat terbatas. Harus berhati-hati menggunakan cairan tubuh yang ada agar tidak sampai terjadi dehidrasi. Pada saat bersamaan kita juga harus memastikan apa yang kita minum sesuai dengan pemenuhan kebutuhan, bukan malah mengurangi atau merusak cadangan yang ada. Selama Ramadan, konsumsi cairan yang merangsang proses diuretikal (pembuang cairan tubuh) berkarakter negatif, seperti teh dan kopi apalagi alkhohol, harus dikurangi secara drastis. Bila perlu ditiadakan. Minum air putih berkualitas adalah ketentuan mendasar yang harus dilakukan bila kita ingin menjaga kondisi serta meningkatkan kesehatan selama Ramadan. Pemaksimalan fungsi air putih juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi mesin ionzier untuk menghasilkan air berkualitas seperti #AirKangen yang kaya akan antioksidan.

Semoga kini kita paham prinsip dasar Mengapa puasa Ramadan bisa menyehatkan? Setidaknya dari sisi fisikal. Kuncinya adalah konsumsi makanan serta minuman tepat! Tidak hanya itu, sejatinya setiap Ramadan adalah momen tepat untuk peremajaan tubuh! Setidaknya sebulan dalam setahun. Bukan hal berlebihan bila dikatakan puasa Ramadan adalah salah satu cara kita membuat tubuh menjadi sehat serta awet muda

 

Semoga berguna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *