Mencegah Menjadi Pelupa

24 July 2018
Comments: 0
24 July 2018, Comments: 0

Seorang teman mengeluhkan masalah yang dia alami akhir-akhir ini. Sebenarnya ia memang sudah mengalami hal ini sejak remaja, tapi begitu menginjak usia kepala tiga, masalah ini terasa semakin menjadi-jadi. Mudah lupa! Mulai dari hal-hal remeh seperti sulit menemukan barang yang diletakkan hingga ke hal-hal mengganggu seperti melupakan nama orang yang penting. Semua itu baru disadari sebagai hal serius saat ia bahkan bisa juga lupa akan jalan yang sebenarnya sering dilalui.

Untung ia cukup kooperatif, terbuka pikirannya, serta jujur saat diajak berdiskusi kira-kira permasalahannya terletak di mana? Ia mengakui memiliki pola hidup, terutama makan yang sangat buruk. Sebagai anak gym dia mengakui bahwa protein hewani adalah menu wajib yang harus ia konsumsi sehari-hari. Karena memiliki target harian tertentu, ia tidak ragu menyantap protein tersebut dalam bentuk pabrikan supaya targetnya bisa terpenuhi dengan lebih mudah. Ia sebenarnya paham, ada yang salah dengan gaya hidup seperti ini. Karena dia merasa sejak melakukannya, walau badannya terbentuk lebih baik, ukuran pinggang mengecil, nomer celana menyusut, ada perubahan kondisi fisik yang juga ia rasakan. Kesehatan yang menurun, daya tahan tubuh yang tidak sebaik biasanya. Waktu ia keluhkan hal ini ke pembimbing kebugaran pribadinya, yang ia dapatkan hanyalah jawaban bahwa itu hal normal, kalau badannya ingin bagus, hal-hal seperti itu harus dikesampingkan. Dianggap gangguan kecil.

Dengan kesadaran seperti ini, ia tidak terlalu sulit diiingatkan bahwa makanan yang dikonsumsinya, walau memiliki kontribusi besar bagi pertumbuhan ototnya, namun pada saat bersamaan berpotensi menimbulkan sampah-sampah pada setiap sel pembentuk otot. Dan tidak cuma di situ saja, penumpukan sampah tersebut bisa berlangsung ke seluruh sel tubuh. Termasuk otaknya. Jangan heran bila kemudian saat tubuhnya melaporkan banyak masalah, menjadi pelupa adalah salah satu hal yang terasa sangat signifikan.

Kalimat kunci mudah lupa sebenarnya mengarahkan kita pada hal yang lebih serius, menurunnya fungsi otak secara berangsur. Saat otak terganggu, kita harus menerima kenyataan bahwa induk kehidupan kita juga mengalami gangguan. Dan lambat laun kita harus menghadapi kualitas hidup kita dirampas perlahan atau drastis. Dengan kata lain, jangan memandang remeh kondisi mudah lupa. Perlu segera dilakukan tindakan pencegahan sedini mungkin. Merawat tubuh secara lebih serius, adalah memandangnya sebagai sebuah kesatuan kehidupan yang kompleks. Dibangun oleh triliunan sel. Dimana masing-masing sel tersebut harus diperhatikan kondisi kesehatannya.

 

MERAWAT OTAK

Kita harus berhati-hati bila mudah lupa mulai menjadi kebiasaan yang mengganggu serta meningkat secara drastis, di usia tertentu. Gangguan lupa adalah kondisi kemunduran kesehatan serius. Secara medis dikenal istilah demensia, kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran. Dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, mudah keliru, mengalami perubahan kepribadian, dan emosi yang labil dan lain sebagainya. Di sini kita bisa melihat, mudah lupa adalah pertanda kemunduran otak yang paling depan.

 

Sel-sel rusak akibat penumpukan sampah sel, amat merugikan bila terjadi di berbagai penjuru tubuh. Karena pembicaraan kita saat ini ada di kemampuan otak untuk mengakses memori, banyak sekali masalah yang mungkin muncul saat kerusakan sel tersebut terjadi di otak. Dengan perkembangan ilmu kesehatan terkini, ditengarai penderita problem pelupa hingga penyakit Alzheimir semisal, salah satu penyebab utamanya diyakini adalah penumpukan protein rusak yang menjadi sampah dalam jalur sel-sel syarat di otak.

Terkait perawatan otak secara spesfisik, berikut adalah hal-hal yang bisa memberikan efek perbaikan secara signifikan.

 

  • Makanan Berbasis Nabati

Buah-buahan serta sayuran segar sebagai representasi makanan nabati adalah katalis utama dalam upaya peremajaan sel tubuh Anda. Dalam hal ini terutama sel-sel otak. Mengkonsumsinya dengan cara yang benar akan memberikan tubuh pemenuhan keperluan yang sesuai dengan kebutuhan, tanpa meninggalkan residu seperti sampah pada sel. Sesuatu yang akan terjadi bila konsumsi protein hewani atau makanan prosesan adalah hal yang dominan. Sel-sel otak yang dipenuhi sampah telah kita bahas berpotensi menciptakan masalah bagi syaraf otak untuk mengakses beragam memori yang tersimpan di dalamnya. Antioksidan yang banyak dikandung buah dan sayuran segar juga berpotensi besar memperbaiki kerusakan serta meningkatkan kualitas otak itu sendiri.

 

  • Air

Hampir seluruh tubuh manusia memiliki bahan dasar pembangun air. Dan diketahui bahwa air adalah bentuk cairan yang paling tepat dikonsumsi manusia. Sayangnya kedua fakta ini sering dipandang enteng karena air dianggap tidak memiliki nutrisi di dalamnya. Walhasil banyak orang minum sekedarnya dengan hanya menunggu rasa haus, mengabaikan jenis air yang diminum tanpa menyadari bahwa hal ini bisa berakibat fatal bagi kehidupan. Banyak sekali kondisi dehidrasi, kekurangan cairan, yang terjadi dalam keseharian dan tidak disadari sebelum rusak parah di satu waktu. Kerusakan sel-sel otak, pembentuk syaraf akibat dehidrasi ditengarai turut andil dalam menciptakan kondisi kepikunan dari level rendah hingga parah. Kemampuan otak mengakses memori juga ditentukan oleh jumlah air yang bisa memfasilitasi agar proses ini terjadi sebaik mungkin.

 

  • Aktivitas Fisik

Selain pola makan dan minum, merawat kemampuan otak agar selalu berada dalam kapasitas terbaiknya bisa dilakukan dengan olah fisik yang teratur dan tepat guna. Yoga adalah salah satu cara efektif yang telah dikenal selama turun temurun untuk mendapatkan kualitas hidup dengan kesehatan prima. Asana yoga, adalah olah postur yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan kondisi otak. Menurut BKS Iyengar, pose terbalik dalam bentuk headstand, berdiri dengan kepala, bisa membantu terjaminnya darah merah yang segar oleh oksigen memasuki sel-sel otak. Ini adalah salah satu upaya pelengkap secara nyata terkait perawatan tubuh secara holistik. Tentunya harus dilakukan dengan cara yang benar dan lewat pemahaman prima. Setidaknya sebelum mahir, pelakunya harus dipastikan mengerjakan ini semua di bawah pengawasan ahli yang kompeten di bidangnya.

Tiga hal di atas adalah elemen yang selama ini dikesampingkan oleh teman pelupa saya tadi. Diharapkan paparan ini bisa memberikan pencerahan dan pemahaman garis besar yang mampu menyelamatkan kesehatannya, dan kita semua secara menyeluruh. Paling tidak dari kualitas otak secara khusus. Semoga berguna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *