Energi Kehidupan

Kehidupan di dunia ini saling mempengaruhi. Secara turun temurun, manusia sudah meneliti dan mempelajari bahwa ada elemen utama yang dibuat sang Maha Pencipta memberikan manfaat nyata dalam kehidupan. Yang paling populer dikenali dari elemen-elemen tersebut adalah: Matahari, Tanah, Air, dan Udara. Keempatnya saling bersinergi dalam kehidupan mahluk hidup di bumi. Ada banyak prinsip keilmuan memandang hal ini dalam wilayah pembahasan yang sangat luas. Semisal, energi yang dipancarkan matahari memberikan tumbuh-tumbuhan kesempatan untuk melakukan fotosintesis, penguraian energi cahaya menjadi energi kimiawi yang menghidupi dirinya. Ada juga paham yang lebih bersifat filosofis mengatakan bahwa tubuh manusia menyerap energi aktif yang dipancarkan matahari saat ia membiarkan tubuh terpapar sinarnya. Hal senada juga bisa ditemui di elemen-elemen lain tersebut di atas.

Namun di tulisan ini, kita akan melihatnya secara sederhana. Pengaruh elemen-elemen tersebut menghidupi kita, manusia, dari apa yang dimakan serta minum.

 

HIDUP SESUAI ATURAN

Banyak sekali dari kita memulai hari dengan merasa cukup dengan sekedar makan roti atau minum kopi instan. Bahkan kadang hanya salah satunya. Kedua contoh sarapan populer itu adalah manifestasi dari produk yang sudah direkayasa jauh dari bentuk pemberi energi kehidupan asli. Akibatnya kehidupan berangsur kehilangan penopang yang menjaga kualitasnya. Tidak hanya itu, kopi dan roti kita tahu memiliki efek buruk tersendiri bagi kesehatan bila dikonsumsi secara rutin. Jangan heran bila kemudian kerja sel melemah, organ dan sistem yang menyertai secara lambat laun akan menjadi kacau. Bila ini terjadi, jangan heran lagi apabila manusia perlahan-lahan rentan terserang penyakit atau menua dan organ tubuh kehilangan banyak fungsi vital jauh sebelum waktunya.

Kita harus memahami dari awal, tubuh manusia memiliki karakteristik seperti apa? Apa yang dibutuhkan? Bagaimana cara dia bekerja? Makan buah-buahan dan sayur-sayuran yang masih segar selain sesuai dengan karakter tubuh manusia, sebenarnya juga memiliki sisi lain yang sesuai dengan tema tulisan ini. Mereka membawa energi kehidupan yang bisa dimanfaatkan langsung oleh siapapun yang mengkonsumsinya. Energi yang hanya bisa hadir saat ia disantap secara segar, mentah tanpa diproses berlebihan, apalagi lewat proses pemanasan. Mengkonsumsi makanan yang memiliki energi kehidupan, memberikan jaminan kesehatan, kesejahteraan serta kualitas hidup maksimal

Dunia kedokteran konvensional mungkin melihat konsep ini secara skeptis atau bahkan sinis. Bisa jadi dianggap sebagai sesuatu yang jauh dari logika ilmiah dan objektif. Tapi bila dielaborasi lebih jauh, dunia kedokteran secara global sudah turun temurun mengenal konsep ini. Kita mengetahui bahwa dunia kesehatan Asia mengenal konsep energi dalam beragam bentuk serta nama, Chi di Cina, serta Qi di Jepang. Ayurveda pengobatan tradisional India mengenal pasangan energi dengan nama Dosha. . Mungkin di beragam penjuru dunia, kita akan menemui konsep serupa dengan beragam nama serta istilah. Semua mengamini bahwa ada energi yang membuat mahluk, manusia termasuk tentunya, bisa menjalani kehidupan dengan baik. Dan merawat energi tersebut menghasilkan kualitas hidup yang baik. Hipocrates, tokoh multi talenta asal Yunani, yang digelari sebagai bapak dunia kedokteran bahkan memiliki kalimat indah terkait keterkaitan energi kehidupan alam dalam tubuh manusia, Kekuatan alam dalam diri kita adalah penjaga kesehatan dan penyembuh penyakit yang sejati. Dalam makanan serta minuman, kekuatan alam bisa menjadi energi hidup yang dapat kita curi dan manfaatkan.

 

KONSEP ILMIAH DARI ENERGI KEHIDUPAN

Bahkan dari sisi ilmiah sendiri pun, tanpa disadari kita mengenal konsep yang sebenarnya amat erat kaitannya dengan konsep mengambil energi kehidupan dari alam lewat makanan. Tubuh manusia dihidupkan oleh keberadaan enzim. Suatu unsur yang menjadi katalis, pendorong, beragam reaksi metabolisme yang membuat manusia bisa menjalani kehidupan. Kita mengenal 5.000 20.000 enzim yang berperan vital dalam menjaga kehidupan. Kehabisan cadangan enzim, identik dengan berhentinya hidup. Buah dan sayuran segar tanpa masak adalah gudangnya enzim yang bisa dimanfaatkan. Banyak penelitian yang menemukan kaitan langsung antara efisiensi serta pengehematan pemakaian enzim dengan panjangnya kualitas hidup seorang manusia.

Konsep tentang antioksidan juga bisa menjadi penerjemahan lain dari energi kehidupan yang kita serap dari alam. Antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi, reaksi kimia yang dapat menghasilkan pemicu reaksi berantai perusak sel. Kita mengenal istilah radikal bebas untuk menggambarkan proses oksidasi ini. Mengkonsumsi makanan segar dalam bentuk buah-buahan dan sayuran adalah salah satu cara membuat tubuh mendapatkan antioksidan yang mampu meredam kerusakan sel secara berlebihan.

Terbukti bahwa paham energi kehidupan bukanlah sebuah hal mengada-ada yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Mengkonsumsi makanan yang tepat bisa memindahkan energi kehidupan dari alam ke dalam tubuh dan membuat kualitas kesehatan kita terjaga selalu.

 

Semoga berguna