Anda Sakit Karena Apa Yang Anda Makan

20 April 2018
Comments: 0
20 April 2018, Comments: 0

“Saya bingung sakit ini karena apa?”, “Perasaan saya sudah hidup sehat deh?”, “Makan sudah dijaga banget padahal”, “Ini masalah genetik, bukan apa yang saya makan”, “Penyakit ini cobaan dari Tuhan”

Kalimat ini sering sekali saya dengar dari mereka yang minta waktu untuk berdiskusi seputar masalah kesehatan yang mereka hadapi. Rata-rata sudah berupa penyakit berat, jadi kondisi mereka mayoritas sedikit putus asa. Kenapa bisa putus asa? Karena merasa tidak punya kendali terhadap kondisi kesehatan yang makin merosot dari waktu ke waktu.

Tugas saya ya cuma mengembalikan pemahaman mereka tentang kesehatan kembali ke trek yang, paling tidak lebih, benar. Karena dari trek baru itu, kalau mereka mau menempuhnya, kesehatan lebih bisa dikendalikan. Berhasilkah? Di sini saya cuma bisa tertawa, karena banyak juga yang enggan menempuh trek baru tersebut.

 

APA YANG ANDA MAKAN?

Kesehatan amat ditentukan oleh faktor yang sebenarnya erat dalam menopang kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak bisa hidup tanpa menghirup oksigen dan mengkonsumsi makanan-minuman. Di satu sisi kebutuhan oksigen bisa dibilang mutlak, dan kita tidak bisa memilih kualitas oksigen berdasarkan pada kondisi dimana kita berada? Sementara makanan? Lain cerita!

Berbeda dengan oksigen, mayoritas makanan dan minuman amat banyak ragamnya. Ada pilihan berdasar pada strata ekonomi, kondisi sosial, lokasi di mana Anda berada, dan masih banyak lagi. Tidak banyak yang menyadari bahwa apa yang kita makan itulah penentu kesehatan yang sangat krusial bagi kehidupan kita. Semakin dilakukan penelitian yang objektif tentang kesehatan dan masalahnya, semakin ditemukan hampir semua penyakit yang populer ditemui di dunia ini, kaitannya erat dengan apa yang masuk lewat mulut? Anda sehat karena apa yang rutin dimakan, Anda sakit juga karena rutinmakan apa?

Sayangnya seringkali kemungkinan kedua ini tidak disadari. Banyak orang yang melemahkan sistem pertahanan tubuhnya dengan pilihan ragam makanan-minuman. Ibarat menelan bom waktu, pilihan ini terlambat disadari karena problemnya mayoritas baru muncul dalam jangka waktu tertentu, tidak instan.

 

TIDAKDISADARI

Seorang teman mengeluh karena merasa sudah makan sehat, tapi masih kena penyakit auto imun. Tapi saat dielaborasi pemahamannya tentang makan sehat apa? Jawabannya sekedar, “Jarang makan di pinggir jalan”. Itupun waktu dicecar lebih jauh dia juga tidak yakin seberapa definitif kata “Jarang” itu dalam kalimat tadi? Makan sekedar bukan di pinggir jalan baru mengeliminir peluang bakteri, parasit dan virus terkait higienitas, bukan berarti apa yang dimakan aman dan sesuai dengan sistem cerna manusia. Konyolnya banyak yang merasa hal ini masuk digolongkan sebagai Makan Sehat, Makan Bersih, makanya agak sewot waktu belakangan menemukan dirinya sakit. Kalau dia banyak makan menu daging prosesan semisal, sistem cerna manusia yang sejatinya tidak didisain untuk mengkonsumsi banyak protein hewani, apalagi prosesan, akan otomatis mengaktifkan sistem pertahanan tubuh. Bila ini terlalu sering terjadi, jangan salahkan bila sistem pertahanan tubuh itu menjadi tidak terkendali, liar, serta menyerang dirinya sendiri.

Ada lagi seorang teman yang kebingungan dengan penyakit yang diderita, masuk rumah sakit dan terkapar di sana. Tapi saya tersenyum sendiri waktu ia memamerkan foto di media sosial. Dalam keadaan tubuh penuh selang, dia tersenyum lebar saat minum segelas besar kopi produk waralaba internasional. Tanpa menyadari kopi adalah cairan diuretikal yang merusak cadangan air dalam tubuh. Dimana cadangan itu sebenarnya sangat diperlukan untuk memelihara kesehatan, apalagi melawan sakit. Belum bicara efek negatif lainnya. Ini fenomena yang sangat umum. Anda sakit, bingung kenapa? Tapi dalam keadaan sakit pun Anda masih mengkonsumsi substansi yang merugikan kesehatan. Ini saat sakit! Apalagi dalam keseharian? Waktu masih dibilang sehat?

Saya ingat salah satu dokter berbasis naturopatipernah mengatakan pada saya. Manusia itu sistem pertahanan tubuhnya canggih dalam menghadapi serangan dari luar. Tapi amat lemah menghadapi pengkhianatan pelemahan dari dalam. Seperti apa pengkhianatannya? Apa yang Anda makan dan minum!

 

MENGKOREKSI POLA MAKAN MENGENDALIKAN KESEHATAN

Berhenti mengkhianati tubuh dengan melemahkan, mensabotase pertahanan tubuh serta kemampuan menyembuhkan diri sendirinya sebenarnya sangat mudah. Mulai memperhatikan apa yang Anda makan dan minum. Jauhi apa yang merusak dan tidak dibutuhkan. Konsumsi rutin serta lebih banyak apa yang dibutuhkan.

Tubuh manusia didisain untuk mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan, apa yang tumbuh dari tanah! Juga mengkonsumsi air putih berkualitas. Pelajari cara makan yang baik dan benar. Makan sesuai aturan waktu tubuh dan juga tidak makan disaat tubuh seharusnya beristirahat. Apabila semua koreksi ini dilakukan dengan benar dan penuh komitmen, kesehatan akan menjadi hal yang bisa dikendalikan.

Semoga berguna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *