HARGA SEBUAH KESEHATAN

30 July 2018
Comments: 0
30 July 2018, Comments: 0

Baru saja dicurhatin seorang teman lama. Dia sedang ada dalam keputus asaan yang amat sangat. Secara finansial kondisinya bisa dibilang hancur-hancuran karena ia sedang menjalani program kesehatan terkait penyakit serius yang dideritanya. Program itu luar biasa mahal, dan tidak semua ditutupi oleh biaya asuransi. Yang menjadi masalah di sini, penyakit yang dideritanya tidak memperlihatkan gejala kesembuhan atau perbaikan sama sekali. Bahkan sepertinya ada saja masalah yang muncul sesuai perjalanan waktu, kalau tidak bisa dibilang setiap hari. Dan seperti sudah jatuh tertimpa tangga, entah karena kelelahan atau depresi berkepanjangan mengurusi dirinya, istrinya juga terdiagnosa penyakit tidak kalah beratnya. Di mana untuk menghadapinya, jelas dibutuhkan biaya lagi, yang tidak kalah besarnya.

Sebagai seorang profesional, potensinya luar biasa, penghasilan bulanannya tergolong besar mencapai puluhan juta rupiah. Di luar itu, dalam waktu senggangnya ia juga sedang memulai melakukan bisnis, yang sebenarnya juga sama potensial dengan pekerjaannya. Kehidupan sebelum sakitnya bisa dibilang nyaman dan menuju ke arah sempurna. Istrinya pekerja keras yang sangat dihargai di bidangnya. Tentu saja semua itu dihargai dengan penghasilan tergolong tinggi dari tempatnya bekerja. Hidupnya bisa dbilang sukses. Namun semua itu kini sepertinya tidak berarti. Karir pasangan suami istri ini bisa dibilang berantakan, karena waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja, habis oleh usaha menyembuhkan penyakit. Seluruh energi melimpah yang tadinya dimiliki untuk bekerja, kini tersedot oleh penyakit. Dia bingung dengan masa depannya, karena anaknya masih kecil dan masa depan keluarga sebenarnya masih terbentang panjang ke depan.

 

Harga Sebuah Kesehatan

Agak sulit bagi saya untuk mengomentari atau membantu teman ini untuk keluar dari masalahnya. Karena dulu sekali sebenarnya saya sudah memperingatkan dia terkait kebiasaan makan minumnya yang sangat buruk. Tapi saat itu ia hanya menertawai dan mengatakan bahwa pemaparan yang saya berikan berlebihan. Bahwa apa yang dia lakukan sebenarnya normal, dan dianut oleh banyak orang. Di sisi lain, gaya hidup yang saya ceritakan, selain tidak lazim, juga memakan biaya mahal. Membeli buah dan sayuran segar bagi dia membutuhkan pengeluaran ekstra. Agak paradoks sebenarnya dengan harga makanan yang dia pesan saat itu. Tapi seperti biasa saya hanya mengangkat bahu dan tidak membahas lebih jauh.

Di luar itu sebenarnya malah ada kali kedua di mana pembahasan kesehatan ini kami bawa. Saat saya meminta waktunya untuk menceritakan tentang produk mesin #AirKangen. Presentasi yang rutin saya lakukan, sekedar untuk berbagi informasi kepada siapa pun. Jawaban dia? Sebenarnya sudah bisa ditebak, mirip dengan kesempatan pertama pembahasan kesehatan, menolak dengan menertawai harga yang mesin ini yang menurut dia mahal. Saya pun kembali angkat bahu dan menyudahi pembicaraan. Kata dia saat itu, pergi ke dokter rutin saja tidak semahal membeli mesin ini, dan pergi ke dokter adalah hal yang malas dia lakukan, karena biaya konsultasi dan tidakan medis menurut dia, lagi-lagi, terlalu mahal.

Baginya uang yang harus dikeluarkan jauh lebih berarti bila diinvestasikan, dibelikan beragam fasilitas yang bisa menjadi reward kerja keras ia dan sang istri. Hidup sudah dipenuhi kerja keras, menghabiskan uang untuk hal-hal yang lebih jelas dan menyenangkan, seperti rumah, perabotan mewah, kendaraan nyaman, gadget canggih, aksesoris mahal, dan liburan ke beragam tempat menyenangkan. Semua itu jauh lebih berarti ketimbang harus membelanjakan uang bagi produk yang tidak jelas kegunannya, seperti untuk merawat kesehatan. Tidak jelas kegunaannya, karena dia merasa dirinya sehat. Paling tidak saat itu.

Agak sulit memang menilai harga sebuah kesehatan saat ia belum hilang dari kehidupan. Kesehatan bukan sebuah benda yang memiliki sisi tangible, sesuatu yang bisa terdefinisikan dengan jelas. Sesuatu yang bersifat intangible memang biasanya agak sulit dihargai. Anda bisa jadi juga tidak menghargai hal-hal tersebut dalam keseharian kita, oksigen yang kita hirup, air segar yang kita minum, dan banyak hal lain sebelum semua itu hilang atau sulit didapat. Begitu hilang, bisa jadi kita bersedia menukarkan semua milik kita yang berharga untuk mendapatkannya kembali. Termasuk uang yang kita perjuangkan mati-matian. Ironisnya dengan mengorbankan kesehatan.

 

Investasi Kesehatan Investasi Terbaik

Berangkat dari pengalaman teman saya ini, semoga bisa menjadi pengingat dan membuat kita semua menyadari bahwa kesehatan walau terkesan tidak berarti saat kita bugar dan menjalani hidup normal, tapi begitu ia hilang semua yang kita miliki akan menjadi lebih tidak berarti lagi. Bila kita, sepertinya rela, menukar kesehatan dengan semangat kerja yang ambisius tanpa mengenal waktu, kita akan menemui fakta bahwa hasil dari pekerjaan tersebut tidak ada artinya untuk dinikmati saat kesehatan tidak ada. Bila Anda mengira bahwa harga perawatan kesehatan itu terlalu mahal dan tidak sebanding dengan beragam hal yang bisa dapatkan dengan uang, tunggu sampai kesehatan itu sendiri hilang.

Sehat itu seharusnya dipandang sebagai harta kita yang paling berharga, karena tanpa kesehatan sulit bisa dikatakan hidup ini bisa dinikmati. Masalahnya memang merawat sesuatu yang tidak terlihat itu tidak mudah bila tidak disertai dengan pemahaman dan pengertian. Untuk itu tidak ada salahnya bila kita selalu meluangkan waktu untuk belajar dan menyegarkan pemahaman kita tentang kesehatan dan cara merawatnya, tidak perlu dari hal yang rumit, mulai dari hal sederhan dulu. Kemudian berusaha merutinkannya dalam kehidupan keseharian.

Membeli buah dan sayuran segar serta beragam keperluan makanan sehari-hari yang merawat kesehatan bisa jadi sesuatu yang dianggap mahal dan tidak praktis. Tapi bila diingat manfaat jangka pendek serta panjang yang bisa diraih, semestinya anggapan negatif tersebut harus dienyahkan jauh-jauh dari pikiran. Menginvestasikan alat penunjang kesehatan bisa jadi dianggap membuang uang di awal membelinya. Namun bila dibandingkan dengan uang yang dibuang untuk membeli kesehatan kembali, nilai investasi di awal tersebut, bisa jadi, tidak berarti sama sekali. Banyak hal di dunia ini yang saat hilang, bisa didapatkan atau dibeli kembali. Tapi saat pemeliharaan dan investasi kesehatan diabaikan, kehilangan nyawa adalah sesuatu hal mutlak yang tidak bisa didapatkan atau dibeli kembali.

Semoga berguna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *